OpenAI menutup Sora pada Maret tahun ini. Sebuah produk dengan pengguna aktif bulanan kurang dari sepersepuluh ekspektasinya telah membakar terlalu banyak dana dan tidak mampu bertahan lebih lama.
Tapi jalur video AI tidak mendingin, malah semakin kacau. Posisi yang ditinggalkan Sora kini diperebutkan setidaknya oleh empat pemain.
Siapa yang berlari sekarang
Runway Gen-4, pilihan yang paling diakui kreator profesional tahun ini. Dirilis pada Maret 2025, fokus pada konsistensi karakter — Anda hanya perlu memberikan satu gambar referensi, dan ia dapat mempertahankan konsistensi visual karakter yang sama di berbagai pencahayaan, adegan, dan sudut. Siapa pun yang pernah mengerjakan produksi iklan akan memahami betapa pentingnya ini: dulu masalah terbesar video AI adalah karakter yang sama berubah total saat adegan berganti.
Durasi generasi tunggal maksimal 20 detik, output 4K 60fps native. Akun Pro dan Enterprise dengan 200 klip per bulan sekitar $100.
Kling 2.0, di bawah Kuaishou, meluncurkan versi internasional pada Januari 2026. Biayanya 60% dari Runway, kecepatan generasi lebih cepat (Runway butuh 30-90 detik, Kling hanya 5-10 menit untuk versi lengkap), 200 klip per bulan sekitar $56-64.
Kling 2.6 versi terbaru juga menambahkan generasi audio native — AI mensintesis efek suara dan suara lingkungan secara langsung saat menghasilkan video. Jika fitur ini sempurna, seluruh alur kerja pasca-produksi bisa dihilangkan sebagian.
Google Veo 3, terintegrasi dalam dengan ekosistem Google. Bisa digunakan langsung di YouTube Studio, Google Workspace, dan Google Ads, menghemat kerumitan impor-ekspor bagi tim yang sudah hidup di produk Google. Tapi jika Anda bukan pengguna ekosistem Google, daya tariknya jauh lebih lemah.
Seedance, satu-satunya opsi open source dengan lisensi komersial. Bisa di-deploy sendiri, bisa di-fine-tune khusus, cocok untuk perusahaan dengan persyaratan keamanan data atau tim yang ingin pelatihan terdiferensiasi.
Berapa skornya
Hasil benchmark sepuluh prompt (tiga kategori: iklan produk, film pendek naratif, konten abstrak):
| Alat | Skor Komprehensif |
|---|---|
| Runway Gen-4 | 8.8/10 |
| Kling 2.0 | 8.4/10 |
| Google Veo 3 | 8.0/10 |
| Seedance | 7.6/10 |
Perbedaannya tidak besar, tapi Runway memiliki keunggulan jelas dalam konsistensi temporal dan kontrol gerakan — potongan kamera stabil, efek fisik lebih meyakinkan.
Alur kerja yang menarik
Kreator profesional mengembangkan pendekatan kombinasi: gunakan Runway Gen-4 untuk membuat gambar konsistensi karakter, lalu impor ke Kling untuk animasi.
Logikanya: sistem Reference Runway paling unggul dalam mengunci penampilan karakter (hingga tiga gambar referensi bisa diunggah), sementara Kling lebih baik dalam efek fisik dinamis, dengan kecepatan lebih cepat dan biaya lebih rendah. Masing-masing alat melakukan bagian yang paling dikuasainya.
Alur kerja dua alat ini telah menjadi semacam kebiasaan default di kalangan kreator media sosial.
Model harga berubah
Sebelum Sora ditutup, arus utama di lingkaran video AI masih sistem kredit berlangganan. Sekarang ini bergerak menuju tagihan per detik: Anda membayar sesuai durasi video yang dihasilkan.
Ini lebih ramah bagi tim dengan penggunaan yang dapat diprediksi — Anda bisa menghitung biaya proyek tanpa pembengkakan anggaran akibat pemotongan kredit yang tidak transparan. Bagi platform, ini mendorong pengguna untuk mengoptimalkan prompt dan mengurangi jumlah generasi, bukan sekadar menumpuk kuantitas.
Perubahan harga ini tampak kecil, tapi mendefinisikan ulang logika bisnis alat video AI — dari perangkat lunak berlangganan menjadi infrastruktur bayar sesuai pemakaian.
Apa yang ditunjukkan kegagalan Sora
OpenAI menggunakan kemampuan generasi terkuatnya untuk Sora, tapi salah langkah dalam komersialisasi: harga tinggi, kuota ketat, pengalaman pengguna terfragmentasi. Pada saat yang sama, Kling milik Kuaishou dengan harga lebih rendah dan batas generasi lebih longgar berhasil menarik sebagian pengguna.
Masalah yang lebih dalam adalah: video AI adalah alat yang sangat bergantung pada alur kerja kreatif, bukan produk yang bisa dibeli dan digunakan secara mandiri. Sora mencoba memasuki pasar ini dengan logika produk tertutup, tapi kreator profesional membutuhkan modul yang bisa disematkan ke dalam alur kerja, bukan kotak yang terisolasi.
Runway dan Kling bertahan karena alasan inti: mereka memposisikan diri sebagai alat terbuka, bukan platform tertutup.
Sumber referensi: CocoLoop, After Sora: Best AI Video Generators 2026 Complete (Digital Applied); Runway Gen-4 Maximum Clip Length 2026 (AI Tools Digest); Moonshot's Kimi K2.5 is 'open,' 595GB, and built for agent swarms (VentureBeat)