Cursor merilis fitur Projects dalam versi beta pada 10 September, terbuka untuk semua pengguna. Fitur ini menyasar pekerjaan yang melintasi banyak pull request (PR) dan berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan: mengembangkan fitur baru, migrasi framework, atau membangun aplikasi lengkap dari nol.
Strukturnya terdiri dari dua lapis. Di lapisan atas ada agen koordinator yang tidak menulis kode sama sekali — tugasnya hanya membagikan pekerjaan ke agen-agen di bawahnya. Menurut Cursor, karena koordinator hanya mendelegasikan dan tidak pernah mengeksekusi, ia tidak akan pernah tersangkut di satu tugas dan bisa menerima instruksi baru kapan saja. Di lapisan bawah ada sub-agen yang benar-benar menulis kode; menurut perusahaan, satu proyek bisa mengarahkan ribuan sub-agen sekaligus.
"It doesn't write code itself but directs other agents that do."
(Ia sendiri tidak menulis kode, hanya mengarahkan agen-agen lain yang menulis kode.)
Tiga Kemampuan Dasar
Projects ditopang oleh tiga hal:
- Cloud-first: proyek berjalan di server khusus, jadi menutup laptop tidak menghentikan prosesnya;
- Konteks bersama: file disinkronkan antara cloud dan mesin lokal, sehingga apa yang sudah dipahami agen sebelumnya bisa langsung dipakai ulang oleh agen berikutnya;
- Langganan: sebuah proyek bisa memantau channel Slack, berjalan sesuai jadwal, atau bereaksi otomatis mengikuti status PR.
Cursor memberi tiga contoh penggunaan khas. Untuk fitur baru, beberapa agen lebih dulu meneliti sistem yang ada secara paralel, lalu berpencar mengerjakan komponen berbeda. Untuk migrasi, tim memakainya untuk mengganti framework dan sistem styling secara bertahap di ratusan PR. Untuk pemeliharaan, koordinator terus memantau kualitas kode dan regresi.
Contoh Design System
Contoh paling konkret dalam blog Cursor adalah pemeliharaan design system: koordinator memindai setiap PR baru, menarik keluar komponen yang seharusnya masuk ke design system, lalu menambahkan aturan lint begitu kesalahan yang sama muncul untuk kedua kalinya. Menurut perkiraan Cursor, proyek semacam ini menangani 20 hingga 100 PR per hari.
Coba terjemahkan volume ini ke ukuran manusia. Anggap meninjau satu PR berukuran sedang dengan teliti butuh 15 sampai 30 menit: dengan 20 PR sehari itu berarti 5 sampai 10 jam, yang masih bisa ditangani satu orang; dengan 100 PR sehari itu jadi 25 sampai 50 jam, yang dengan hitungan 8 jam kerja per orang per hari butuh tiga sampai enam reviewer penuh waktu. Begitu kecepatan produksi mesin naik, titik penyumbatnya bergeser ke tahap peninjauan — kecuali tim mau menerima bahwa sebagian PR digabungkan hanya setelah lolos pemeriksaan otomatis. Cursor tidak menjelaskan berapa persen PR hasil Projects yang ditinjau manusia sebelum digabungkan.
Dari Mana Angka Enam Kali Lipat Ini
Cursor memberikan dua angka kinerja: secara internal, pengguna baru menggabungkan PR 30% lebih banyak; pengguna yang mengandalkan Projects sebagai alat utama, jumlah PR yang digabungkan enam kali lipat dari biasanya. Kedua angka ini sama-sama berasal dari karyawan Cursor sendiri, dan keduanya hanya mengukur jumlah PR yang digabungkan — tidak menyentuh ukuran PR, pengerjaan ulang, atau rollback, dan blog itu juga tidak menyebutkan basis pembanding untuk angka 30% tersebut. Data dari tim eksternal belum tersedia.
Soal harga, postingan blog tidak menyebutkan apakah Projects ditagih terpisah, atau bagaimana menjalankan ribuan sub-agen ini diukur untuk penagihan. Menjalankan ratusan hingga ribuan agen di cloud dalam waktu lama pasti tidak murah, dan detail ini masih harus dijelaskan Cursor.
Dua Langkah yang Kini Tersambung
Jika dilihat dari langkah-langkah Cursor enam bulan terakhir, Projects adalah mata rantai berikutnya. Saat merilis versi 3.0 pada April, Cursor memposisikan ulang IDE-nya sebagai antarmuka untuk mengelola agen; awal September, mereka membuat agen cloud bisa berjalan di dalam mesin milik perusahaan sendiri. Projects menyambungkan keduanya: manusia mengelola koordinator, koordinator mengelola agen eksekutor, dan agen eksekutor itu bisa berjalan di cloud maupun di server milik perusahaan sendiri.
Agents API milik OpenAI, yang diluncurkan pada hari yang sama, juga memungkinkan agen utama membagi tugas ke sub-agen, tapi kedua perusahaan menjual hal yang berbeda: OpenAI menjual fondasi bagi developer untuk membangun agen mereka sendiri, sementara Cursor menjual produk jadi yang langsung mengerjakan pekerjaan tim. Pintu masuk Projects ada di sidebar kiri, dan Cursor menyarankan fitur ini hanya dipakai untuk pekerjaan yang melintasi banyak PR atau berlangsung dalam waktu lama.
Sumber: Blog resmi Cursor, CocoLoop, MarkTechPost; skala sub-agen, angka kenaikan penggabungan PR, dan detail studi kasus diverifikasi melalui postingan blog Cursor.