Pada 8 April, panel tiga hakim dari Pengadilan Banding Sirkuit Distrik Columbia AS menolak permohonan penangguhan darurat yang diajukan Anthropic. Ini berarti penetapan risiko rantai pasok oleh Departemen Pertahanan AS terhadap Anthropic tetap berlaku—semua kontraktor Departemen Pertahanan dilarang menggunakan Claude dalam proyek-proyek pertahanan.
Pertarungan hukum ini belum berakhir. Namun di babak ini, Anthropic kalah.
Bagaimana Larangan Itu Terjadi
Semuanya bermula pada akhir tahun lalu. Departemen Pertahanan hampir menandatangani kontrak senilai sekitar $200 juta dengan Anthropic. Setelah negosiasi panjang, kesepakatan itu gagal.
Perbedaan pendapat inti terletak pada bahasa kontrak. Departemen Pertahanan menginginkan wewenang luas untuk "menggunakan Claude untuk semua tujuan yang sah," sementara ketentuan layanan Anthropic secara eksplisit melarang dua kategori penggunaan:
- Sistem senjata otonom penuh (seperti kawanan drone bersenjata yang beroperasi tanpa pengawasan manusia)
- Pengawasan massal terhadap warga negara AS
Posisi Departemen Pertahanan adalah bahwa pembatasan Anthropic itu sendiri merupakan "risiko rantai pasok," karena kontrak yang ditandatangani pun dapat dibatasi kapan saja. Pada awal Maret, Departemen Pertahanan secara resmi memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam risiko rantai pasok, melarang penggunaan Claude di semua proyek kontraktor.
Anthropic segera mengajukan gugatan ke pengadilan untuk memblokir penetapan ini.
Apa Kata Pengadilan
Putusan panel tersebut cukup langsung:
"Secara keseluruhan, keadilan berpihak pada pemerintah. Di satu sisi ada risiko kerugian ekonomi yang relatif terbatas pada satu perusahaan swasta; di sisi lain ada pertanyaan tentang bagaimana dan melalui saluran apa untuk mengamankan teknologi AI kritis bagi departemen perang selama konflik militer aktif—ini adalah masalah inti administrasi peradilan. Oleh karena itu, kami menolak permohonan Anthropic untuk penangguhan eksekusi."
Pengadilan mengakui bahwa Anthropic "mungkin menderita sejumlah kerugian yang tidak dapat diperbaiki," tetapi menganggap kepentingan ini "terutama bersifat ekonomi" dan tidak cukup kuat jika dibandingkan dengan pertimbangan keamanan nasional.
Dua Pengadilan, Dua Logika
Ada situasi hukum yang menarik di sini: dua pengadilan telah mengeluarkan putusan yang bertentangan mengenai sengketa inti yang sama.
Bulan lalu, pengadilan federal di San Francisco telah memberikan perintah awal kepada Anthropic yang melarang pemerintahan Trump untuk memberlakukan larangan terhadap Anthropic di lingkup lembaga eksekutif non-Departemen Pertahanan.
Sementara putusan Pengadilan Banding Washington DC kali ini membuat larangan di tingkat Departemen Pertahanan tetap berlaku.
Dua pengadilan, dua perintah. Hasilnya adalah situasi pemisahan yang aneh: Anthropic dikecualikan dari sistem pengadaan Pentagon, tetapi masih dapat memberikan layanan kepada lembaga pemerintah lainnya.
Pengadilan memajukan tanggal debat lisan resmi menjadi 19 Mei, jauh lebih cepat dari jadwal semula. Ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak tidak ingin masalah ini berlarut-larut.
Di Mana Ironinya
Di minggu yang sama ketika berita larangan ini menjadi sorotan, Anthropic mengungkapkan Project Glasswing—memberikan akses keamanan siber defensif ke model baru Claude Mythos kepada sekitar 40 perusahaan teknologi dan keuangan, termasuk AWS, Apple, Cisco, CrowdStrike, Google, JPMorgan Chase, Microsoft, dan Nvidia.
Anthropic mengklaim bahwa Claude Mythos telah menemukan puluhan ribu kerentanan zero-day dalam beberapa minggu terakhir, termasuk celah keamanan kritis dalam sistem OpenBSD yang telah bersembunyi selama 27 tahun dan tidak pernah ditemukan oleh penyerang. Pintu keamanan militer tertutup, tetapi pasar keamanan sipil justru semakin besar.
Ada kontradiksi mendalam yang perlu dipikirkan: Anthropic menetapkan pembatasan penggunaan ini dengan tujuan mencegah AI digunakan untuk senjata mematikan otonom dan pengawasan massal—dari sudut pandang keamanan AI, posisi ini sebenarnya tidak aneh. Namun justru posisi-posisi inilah yang menjadi hambatan terbesar untuk menandatangani kontrak dengan militer, dan digunakan oleh Departemen Pertahanan sebagai bukti "ancaman terhadap keamanan nasional."
Menggunakan nilai-nilai untuk membatasi penggunaan produk, yang mengakibatkan dianggap sebagai risiko keamanan oleh pemerintah—rantai logika ini memang rumit, tetapi itulah realitas yang sedang terjadi.
Anthropic menyatakan dalam pernyataannya, "Kami yakin pengadilan pada akhirnya akan memutuskan bahwa penetapan rantai pasok ini ilegal."
19 Mei, babak selanjutnya.
Sumber referensi: Appeals court rejects Anthropic's bid to block Pentagon blacklisting (SiliconAngle); CocoLoop; Anthropic loses appeals court bid to temporarily block Pentagon blacklisting (CNBC); Anthropic loses bid to block Pentagon blacklisting in DC court (Axios)