Pichai kali ini tidak berputar-putar: “Dalam jangka pendek, kami kekurangan kapasitas komputasi.”
Kalimat dari CEO Google itu lebih kuat daripada pernyataan umum bahwa bisnis AI sedang tumbuh. Artinya bukan tidak ada pembeli. Kapasitas yang bisa dijual justru terserap lebih cepat daripada yang bisa disediakan Google.
Kuartal Cloud senilai $20 miliar, naik 63%
Setelah pasar tutup pada 29 April, Alphabet merilis laporan Q1 2026:
| Metrik | Q1 2026 | YoY |
|---|---|---|
| Total pendapatan | $109,9 miliar | +22% |
| Laba bersih | $62,58 miliar | +81% |
| Pendapatan Google Cloud | $20,03 miliar | +63% |
| Laba operasi Cloud | $6,6 miliar | 3x YoY |
| Backlog Cloud | $460 miliar | Hampir dua kali lipat QoQ |
| Iklan YouTube | $9,88 miliar | +11% |
| Langganan berbayar | 350 juta | Kuartal terbaik sepanjang sejarah |
Cloud untuk pertama kalinya melewati $20 miliar dalam satu kuartal. Margin operasinya melonjak dari 9,4% setahun lalu menjadi 32,9%. Kurva seperti ini langsung menekan Microsoft Azure dan AWS. Pichai mengatakan dalam panggilan analis bahwa pendapatan Cloud akan lebih tinggi jika Google mampu memenuhi seluruh permintaan.
Pendapatan produk AI naik hampir 800%
Bagian paling mencolok dari laporan itu: produk yang dibangun di atas model Gemini mencatat pertumbuhan pendapatan hampir 800% secara tahunan, sementara backlog hampir berlipat ganda dari kuartal sebelumnya.
Angka pendukungnya juga jelas:
- Pengguna aktif bulanan berbayar Gemini Enterprise naik 40% dibanding kuartal sebelumnya.
- Token yang diproses langsung oleh Gemini API meningkat dari 10 miliar per menit pada kuartal sebelumnya menjadi 16 miliar.
- 330 pelanggan Google Cloud masing-masing memproses lebih dari 1 triliun token dalam 12 bulan terakhir.
- Gemma 4 melampaui 50 juta unduhan dalam beberapa minggu setelah dirilis sebagai open source.
- Nano Banana 2 menghasilkan 1 miliar gambar dalam waktu kurang dari setengah waktu yang dibutuhkan generasi sebelumnya.
Ini bukan angka untuk AI yang sekadar sedang diuji coba. Ini adalah AI yang sudah ditagih, diukur, dan diskalakan berdasarkan token.
Di hari yang sama, saham Meta turun 6%
Musim laporan keuangan pada hari itu memperlihatkan pemisahan yang tajam di Big Tech: siapa yang masih membakar modal untuk AI, dan siapa yang sudah mulai memungut hasilnya.
Meta menaikkan proyeksi belanja modal 2026 dari $115 miliar-$135 miliar menjadi $125 miliar-$145 miliar, lalu sahamnya turun 6% setelah jam perdagangan. CFO Susan Li mengatakan perusahaan terus meremehkan kebutuhan komputasi. Terjemahan sederhananya: belanja masih harus naik, sementara waktu pengembaliannya belum jelas.
Pada periode yang sama, The Information melaporkan bahwa pelanggan Plus OpenAI diperkirakan turun dari 44 juta menjadi 9 juta, dengan paket Go seharga $8 menopang cerita menuju 122 juta pengguna. Kesabaran investor sedang terkikis dari sisi produk maupun modal.
Alphabet, sebaliknya, tidak datang dengan janji. Perusahaan menunjukkan arus kas yang sudah masuk. Belanja modal Cloud selama dua tahun terakhir mulai berubah menjadi pendapatan pada Q1.
Satu detail yang menarik
Pichai juga sengaja menyebut Waymo: lebih dari 500.000 perjalanan otonom per minggu, kini mencakup 11 kota di AS. Ia tidak memisahkan prospek uang YouTube Shorts, tetapi mengatakan lebih dari 10 juta kanal mengunggah Shorts setiap hari.
Jika tagihan komputasi Cloud, pemakaian Gemini API, AI Mode di Search, langganan YouTube, dan jarak tempuh Waymo dibaca bersama, laporan ini terlihat seperti monetisasi AI full-stack, bukan ledakan satu produk saja.
Microsoft turun setelah jam perdagangan, Meta turun 6%, dan OpenAI kembali ditekan oleh laporan The Information. Uang di rantai industri AI mulai bergerak dari sisi yang membelanjakan menuju sisi yang menagih. Pasar sudah memberi suara tentang perusahaan mana yang berada di posisi itu.
Angka berikutnya yang perlu diperhatikan adalah Amazon AWS, yang melaporkan hasilnya malam ini.
Sumber: Alphabet reports Q1 2026 revenue of $109.9 billion (9to5Google); Sundar Pichai Q1 2026 earnings call remarks (blog resmi Google); CocoLoop; Microsoft, Meta, and Google just announced billions more in AI spending. Only Google convinced investors it's paying off. (Fortune); Alphabet Sales Beat Estimates on Google Cloud, AI Customers (Bloomberg)