Pada 29 April, startup pertahanan Firestorm Labs dari San Diego mengumumkan Seri B senilai US$82 juta. Angkanya tidak luar biasa untuk sektor AI pertahanan saat ini, tetapi logika produknya penting.
“Rantai pasok saat ini terlalu rapuh untuk lingkungan berintensitas tinggi, terutama di Indo-Pasifik,” kata CEO Firestorm Dan Magy.
Masalah yang dibidik bukan sekadar kekurangan senjata. Ketika jalur pasok putus, unit di lapangan tidak bisa mengganti kehilangan dengan cepat. Firestorm ingin memasukkan lini produksi ke dalam kontainer, membawanya ke dekat garis depan, lalu mencetak drone dalam 24 jam.
Apa itu xCell
xCell adalah pabrik pencetakan 3D industri berbentuk kontainer. Di dalamnya ada printer 3D industri HP, alur desain, penjadwalan, dan perakitan. Di lokasi, produksi bisa diganti sesuai misi, dari drone pengintai hingga varian perang elektronik. Sistem senjata dipasang terpisah, sedangkan platformnya diproduksi sebagai satu paket.
HP menandatangani kemitraan eksklusif lima tahun dengan Firestorm. Printer Multi Jet Fusion milik HP termasuk sedikit sistem industri yang bisa memproduksi dalam hitungan jam, sebelumnya terutama untuk otomotif dan kesehatan. Memindahkannya ke kontainer dan mendekatkannya ke zona konflik adalah penggunaan baru.
Yang lebih penting, militer AS sudah memakai xCell untuk mencetak suku cadang kendaraan tempur Bradley. Jadi ini bukan sekadar konsep presentasi.
Angkanya
| Item | Data |
|---|---|
| Seri B | US$82 juta |
| Total pendanaan | US$153 juta |
| Ukuran tim | Dari 40 menjadi 160 orang dalam 12 bulan |
| Kontrak Angkatan Udara AS | Plafon US$100 juta; US$27 juta sudah dipesan |
| Penempatan xCell | 2 di daratan AS dan beberapa di Indo-Pasifik |
| Investor | Washington Harbour memimpin, bersama NEA, In-Q-Tel, Lockheed Martin Ventures, dan Booz Allen Ventures |
In-Q-Tel adalah dana ventura yang terkait dengan CIA, sementara Lockheed Martin Ventures adalah lengan investasi Lockheed Martin. Kehadiran keduanya menunjukkan Firestorm mulai diterima oleh bagian dari ekosistem intelijen dan industri pertahanan, bukan hanya oleh pasar modal ventura umum.
Mengapa 2026 menjadi titik penting
Anggaran Departemen Pertahanan AS untuk manufaktur aditif naik 83% tahun ini. Perang di Ukraina dan Gaza memperlihatkan bahwa senjata dan komponen dalam konflik modern habis jauh lebih cepat daripada kemampuan rantai pasok tradisional untuk menggantinya. Di Indo-Pasifik, operasi di rantai pulau bisa memutus suplai selama berminggu-minggu.
Firestorm masuk ke celah itu: membuat unit depan mampu memproduksi sendiri. Bukan platform besar atau komponen tercanggih, melainkan badan drone, suku cadang, dan barang habis pakai yang bisa menghentikan operasi bila tidak tersedia. Perusahaan menargetkan penempatan operasional penuh di Indo-Pasifik dalam dua tahun.
Posisinya di pasar
Firestorm berbeda dari Anduril atau Shield AI. Anduril membuat perangkat lunak dan sistem lengkap; Shield AI membuat otak drone. Firestorm membangun infrastruktur produksi, seperti model Foxconn untuk pertahanan yang dibuat tersebar dan bisa dipindahkan.
Model seperti ini jarang karena siklus pengadaan DoD panjang, modal sulit, dan imbal hasil lambat. Sejak 2024, investor Silicon Valley, modal terkait intelijen, dan dana strategis Lockheed Martin mulai bertaruh pada struktur rantai pasok baru.
Seberapa jauh Firestorm bisa melangkah akan terlihat dari laporan latihan berskala Indo-Pasifik berikutnya.
Sumber: CocoLoop; Firestorm Labs raises $82M to take drone factories into the field (TechCrunch); Firestorm Labs Announces $82 Million Series B to Accelerate Expeditionary Defense Manufacturing (Yahoo Finance / ACCESS Newswire); Firestorm Labs wraps up $82M Series B round (Washington Technology)