Blackstone dan Halliburton Tanam $1 Miliar untuk Listrik Pusat Data AI

Blackstone dan Halliburton menyiapkan investasi ekuitas strategis senilai $1 miliar untuk VoltaGrid, perusahaan energi berbasis di Houston yang berdiri pada 2020. Taruhannya bukan GPU atau layanan cloud, melainkan pembangkit listrik yang dibutuhkan pusat data AI sebelum bisa beroperasi.

Rincian transaksi

Dari total itu, $775 juta merupakan modal baru untuk ekspansi, sementara $225 juta digunakan untuk membeli saham dari pemegang saham lama. Blackstone Tactical Opportunities memimpin transaksi, dengan Halliburton masuk sebagai mitra industri.

Kehadiran Halliburton adalah sinyal penting. Salah satu perusahaan jasa ladang minyak terbesar di Amerika Serikat kini mendanai pemasok listrik untuk infrastruktur AI.

Model VoltaGrid

VoltaGrid menyediakan pembangkitan behind-the-meter: turbin gas, mesin reciprocating, penyimpanan energi, dan sistem manajemen energi yang dipasang langsung di lokasi pelanggan, bukan menunggu kapasitas baru dari jaringan listrik publik.

Masalahnya, proyek pusat data besar di AS makin lama menunggu sambungan listrik. Di Virginia Utara, kampus baru bisa menunggu tiga sampai tujuh tahun; di Texas, proyek skala gigawatt pun dapat menunggu sekitar 18 bulan. Untuk klaster pelatihan AI frontier, waktu tunggu seperti itu terlalu mahal.

VoltaGrid mengatakan saat ini memiliki backlog 7,5 GW, dengan pengiriman yang berjalan hingga 2030.

Propell masuk ke dalam rantai produksi

Bersamaan dengan pendanaan ini, VoltaGrid juga mengumumkan rencana mengakuisisi Propell Energy Technology. Perusahaan yang berdiri pada 1978 itu memiliki sekitar 1.000 karyawan di AS dan Kanada, serta membuat sistem daya QPac berinersia tinggi untuk pusat data AI.

Setelah akuisisi, VoltaGrid berencana menambah dua pabrik otomatis di sekitar fasilitas Propell di Granbury, Texas. Targetnya adalah kapasitas total 300 MW per bulan, atau 3,6 GW per tahun, cukup besar untuk mulai mengejar backlog 7,5 GW.

CEO VoltaGrid Nathan Ough mengatakan kemitraan dengan Blackstone menjadi pengakuan kuat terhadap platform yang dibangun perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

Mengapa Blackstone dan Halliburton masuk

Blackstone sudah lama memperbesar eksposur ke infrastruktur AI lewat pusat data dan pembiayaan terkait. Logikanya jelas: jika permintaan komputasi terus naik dan listrik menjadi hambatan, lapisan pasokan energi ikut menjadi aset strategis.

Bagi Halliburton, peluangnya terletak pada penggabungan infrastruktur gas alam, layanan lapangan, dan jaringan hulu dengan kebutuhan listrik stabil dari operator AI. Perusahaan itu mengambil posisi di rantai energi yang berada di belakang komputasi AI.

Transaksi ini memberi tiga sinyal: bottleneck AI bergerak dari chip ke listrik; gas alam kemungkinan menjadi bahan bakar transisi untuk pusat data AI AS dalam beberapa tahun ke depan; dan raksasa minyak serta gas mulai masuk langsung ke infrastruktur AI.

VoltaGrid masih harus membuktikan integrasi Propell dan peningkatan produksi setelah transaksi ditutup sekitar pertengahan 2026. Namun nilai $1 miliar menunjukkan Blackstone dan Halliburton membaca masalah yang sama: ekspansi AI semakin kekurangan listrik.

Sumber: VoltaGrid Announces $1 Billion Strategic Equity Investment from Blackstone and Halliburton (GlobeNewswire), CocoLoop, Blackstone, Halliburton to Invest $1 Billion in VoltaGrid Energy Startup (Bloomberg), VoltaGrid raising $1B from Blackstone and Halliburton and acquiring a supplier (Axios)