Pada 20 Mei, OpenAI mengumumkan secara diam-diam bahwa mereka telah menjadi Produk Generator yang Sesuai C2PA dan, yang lebih penting, mengintegrasikan teknologi watermark SynthID milik Google DeepMind ke seluruh lini produk gambar mereka, termasuk ChatGPT, Codex, API, DALL·E 3, ImageGen, dan Sora.
Perhatikan: itu adalah Google DeepMind. OpenAI dan Google telah bersaing ketat dalam model besar selama tiga tahun, dengan pencarian dan Workspace sudah menjadi medan pertempuran langsung. Namun dalam hal watermark, mereka kini berdiri bersama.
Perlindungan tiga lapis
Pendekatan OpenAI disebut 'multi-layered provenance,' terdiri dari tiga lapisan:
Lapisan 1: Metadata C2PA
Coalition for Content Provenance and Authenticity adalah standar terbuka yang dikembangkan sejak 2021 oleh Adobe, Microsoft, BBC, dan lainnya. Ini menambahkan metadata bertanda tangan kriptografis ke gambar, menunjukkan siapa yang membuatnya, kapan, dengan alat apa, dan apakah telah dimodifikasi. Masalahnya: metadata mudah hilang—screenshot atau konversi format dapat menghilangkannya.
Lapisan 2: Watermark tak terlihat SynthID
Teknologi Google DeepMind yang diperkenalkan pada 2023 ini menanamkan sinyal tak kasat mata langsung ke piksel gambar yang tahan terhadap screenshot, kompresi, dan perubahan format. Watermark SynthID kini akan diterapkan pada semua gambar yang dihasilkan OpenAI.
Lapisan 3: Alat verifikasi publik openai.com/verify
Siapa pun dapat mengunggah gambar untuk memeriksa metadata C2PA dan watermark SynthID, dan mendapatkan hasil apakah gambar tersebut dihasilkan oleh sistem OpenAI.
'Jika kedua sinyal tidak terdeteksi, alat tidak akan menarik kesimpulan—karena sinyal-sinyal ini mungkin telah dihapus secara sengaja.'
Ini penting: OpenAI tidak mengklaim sistem ini anti-pemalsuan, tetapi secara jelas menyatakan batasannya.
OpenAI mengakui keterbatasan
Pengumuman tersebut mencakup pernyataan jujur:
- 'Tidak ada satu pun teknik asal-usul yang dapat menyelesaikan masalah secara independen'
- Alat saat ini hanya dapat memverifikasi konten yang dihasilkan oleh produk OpenAI sendiri
- Konten yang dibuat sebelum standar ini ditetapkan, atau yang sengaja menghindari sistem ini, tidak dapat diidentifikasi
Sikap 'kami melakukannya tetapi bukan solusi sempurna' ini lebih jujur daripada hype PR biasa.
Mengapa OpenAI dan Google perlu bekerja sama
Watermark memiliki masalah mendasar: hanya berarti jika semua orang menggunakan sistem yang sama. Jika hanya gambar OpenAI yang memiliki watermark SynthID, gambar dari model lain masih dapat dianggap 'belum dihasilkan'—pemalsu cukup mengganti model.
Oleh karena itu, ini harus menjadi standar industri, bukan diferensiasi produk. Adobe sudah menggunakan Content Credentials di Firefly, dan Google menerapkan SynthID di seluruh produknya. Langkah OpenAI berarti bergabung dengan kubu watermark yang dipimpin Google, daripada membangun sistem sendiri.
Pertanyaan selanjutnya adalah Anthropic, Meta, dan xAI. Claude milik Anthropic tidak menghasilkan gambar, sehingga tidak terpengaruh saat ini; Imagine milik Meta dan Aurora milik xAI belum menyatakan posisi mereka.
Bukan amal, melainkan tekanan regulasi
Pendorong sebenarnya adalah tekanan pemerintah. Regulator di AS, UE, dan Asia telah mendesak mekanisme asal-usul untuk gambar palsu hasil AI, deepfake politisi, dan materi pelecehan seksual anak. OpenAI sendiri menghadapi lebih dari 8.000 laporan CSAM yang dihasilkan AI setiap enam bulan. Strategi terbaik industri sebelum regulasi benar-benar diterapkan adalah 'membangun solusi sendiri,' mencegah pembuat undang-undang mendefinisikan standar teknis.
Watermark bukan masalah teknologi; ini adalah tata kelola. OpenAI dan Google berdiri bersama karena tim hukum mereka telah menghitung angka yang sama.
Pertanyaan yang tersisa—kapan semua orang akan mengadopsinya, apakah dapat dipalsukan, dan apakah regulator akan menerimanya—akan terjawab tahun depan.
Sumber referensi: Advancing content provenance for a safer, more transparent AI ecosystem (blog resmi OpenAI); OpenAI builds a new system to identify AI-generated images (The Media Copilot); CocoLoop; OpenAI joins C2PA and adds Google SynthID watermarks to provenance stack (Resultsense)