Dua pekan lalu, Menteri Keuangan AS Bessent dan Ketua Federal Reserve Powell mengadakan pertemuan tertutup dengan para eksekutif Wall Street — ini sudah menunjukkan betapa nyatanya ancaman Mythos.
Tapi pertemuan tertutup itu bukanlah akhir. Apa yang terjadi selanjutnya jauh lebih besar skalanya.
Apa yang dikatakan para gubernur bank sentral
Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyebutnya "a very serious challenge for all of us" dan menuntut penilaian regulasi segera.
Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde lebih terus terang: "if it falls in the wrong hands, it could be really bad."
Wakil Direktur Pelaksana IMF Dan Katz mengatakan ancaman keamanan siber akan menjadi "absolutely essential on the international agenda" dalam beberapa bulan mendatang.
Orang-orang ini pekerjaan sehari-harinya adalah mengelola stabilitas keuangan global. Mereka biasanya tidak mengatakan hal-hal seperti "jika jatuh ke tangan yang salah, bisa sangat buruk" di depan umum. Fakta bahwa mereka mengatakannya berarti apa yang mereka lihat secara internal benar-benar mengkhawatirkan.
Latar belakangnya sederhana: Anthropic menemukan bahwa Mythos dapat menemukan dan merangkai kerentanan perangkat lunak secara otonom dengan kecepatan dan skala melampaui kemampuan manusia. Hasil pengujian menunjukkan "found thousands of high-severity vulnerabilities, including some in every big operating system and web browser." Hampir setiap sistem operasi dan peramban web utama mengandung celah keamanan yang sebelumnya tidak diketahui yang ditemukan oleh Mythos.
Pendekatan Anthropic adalah membatasi akses ke sekitar 40 perusahaan — termasuk Amazon, Apple, dan JPMorgan Chase — sehingga organisasi-organisasi ini dapat menguji dan menambal kerentanan terlebih dahulu. Logikanya masuk akal. Pertanyaannya, bagaimana dengan yang lainnya?
Asia bereaksi paling cepat
Singapura: Otoritas Moneter Singapura dan Badan Keamanan Siber bersama-sama mengarahkan lembaga keuangan untuk "redouble efforts to strengthen their security defenses, pro-actively identify and close vulnerabilities." Bukan menunggu penilaian — tindakan segera.
Korea Selatan: Regulator keuangan dan asosiasi industri mengadakan rapat gabungan darurat khusus untuk membahas cara menghadapi ancaman siber dari teknologi AI. Ketua Komite Keamanan Lee Won-tae menyampaikan pernyataan paling langsung pada periode ini:
"We have entered an era where AI, not humans, holds the initiative in hacking."
Hubungan ofensif-defensif telah terbalik. Sebelumnya manusia memimpin penemuan kerentanan; sekarang AI yang unggul. Ini bukan metafora — ini adalah deskripsi literal dari kemampuan aktual Mythos.
Australia: Lebih rendah hati, tetapi tetap mewajibkan perusahaan jasa keuangan untuk menjaga "sufficient safeguards" dan berkoordinasi dengan regulator lain untuk menilai teknologi baru.
Masalah Eropa: ingin menguji, tapi tidak bisa
Ada dilema aneh di sini.
Regulator Eropa tahu Mythos adalah ancaman dan ingin menilai risikonya secara independen. Namun daftar 40 penerima akses Anthropic hanya mencakup sedikit sekali institusi Eropa.
Ketua Otoritas Perbankan Eropa (EBA) François-Louis Michaud menggambarkan pekerjaan penilaian sebagai "a process that is starting" — masih dalam tahap awal. Sebagai perbandingan, AS sudah mengadakan pertemuan tertutup, Singapura sudah bertindak, dan Korea Selatan sudah mengadakan sesi darurat.
Ini adalah masalah asimetri informasi. Regulator Eropa tidak bisa menilai tingkat ancaman secara independen karena mereka tidak memiliki akses langsung ke model. Mereka harus mempercayai informasi yang diberikan Anthropic atau hanya mengandalkan spekulasi.
Strategi "akses terbatas" Anthropic memiliki efek samping yang tidak disengaja: organisasi dengan informasi tangan pertama terbanyak — Amazon, JPMorgan, dan lainnya — memiliki tim keamanan yang kuat atau kemitraan mendalam dengan Anthropic, sementara pemerintah dan badan internasional yang benar-benar membutuhkan pengawasan regulasi independen justru ditinggalkan.
Pandangan dua sisi JPMorgan
CEO JPMorgan Jamie Dimon memberikan pandangan yang relatif seimbang: AI meningkatkan risiko serangan siber, tetapi juga menyediakan alat pertahanan yang lebih baik.
Penilaian itu sebagian benar. Baik ofensif maupun defensif akan ditingkatkan oleh AI.
Tapi pertanyaan kritisnya adalah apakah kecepatannya simetris. Jika penyerang bisa mendapatkan model setingkat Mythos lebih cepat — melalui aktor negara atau saluran bawah tanah — sementara pembela mengantre menunggu persetujuan Anthropic, keseimbangan ofensif-defensif akan rusak. Strategi Anthropic saat ini adalah "berikan dulu ke institusi tepercaya, biarkan mereka menambal kerentanan." Apakah rantai ini bisa bergerak lebih cepat dari penyerang adalah pertanyaan sebenarnya.
Tanpa kerangka koordinasi global, apa yang bisa dilakukan
Keadaan saat ini: setiap negara/kawasan menggunakan kerangka kerjanya sendiri untuk mengatasi ancaman global, berbagi informasi terfragmentasi, dan ketegangan geopolitik membuat koordinasi internasional semakin sulit.
Beberapa regulator telah mengakui bahwa membangun mekanisme respons keamanan AI global yang terpadu hampir tidak realistis — kepentingan tidak selaras, persyaratan transparansi bervariasi, dan sensitivitas politik berbeda.
Sistem keuangan adalah salah satu target paling sistemik. Bank sangat saling terhubung; kerentanan di satu simpul dapat mengalir secara berantai. Itulah sebabnya para gubernur bank sentral menanggapi ini lebih serius daripada berita AI biasa.
Mereka tidak berbicara tentang masa depan AI. Mereka membahas model yang sudah ada, kemampuan yang sudah terverifikasi, dan ancaman yang saat ini belum ada rencana respons yang lengkap.
Sumber: Latest AI models could threaten world banking system, financial officials warn (The Irish Times); CocoLoop, Asia Regulators Raise Scrutiny on Banks Amid Mythos AI Fears (Insurance Journal)