Google menjadikan Android lapisan kecerdasan Gemini

Google memakai Android Show untuk menyampaikan perubahan yang lebih besar dari sekadar fitur baru. Sameer Samat menyebut Android sedang bergerak dari sistem operasi menjadi “sistem kecerdasan”, tepat sebelum Apple menyiapkan ulang strategi AI di WWDC.

Gemini Intelligence bukan aplikasi baru dan bukan sekadar merek model. Ia masuk ke Chrome, Gboard, Calendar, widget, dan permukaan lain sehingga asisten bisa membaca poster acara, mengambil waktu dan lokasi, membuat entri kalender, merapikan dikte, atau membuat widget dari perintah bahasa alami.

Jangkauannya tidak berhenti di ponsel. Google ingin membawanya ke jam tangan, mobil, kacamata pintar, dan lini laptop Googlebook. Googlebook penting karena membawa Google keluar dari cerita Chromebook pendidikan menuju pasar AI PC premium.

Bagian paling sensitif adalah kemampuan agen. Google menegaskan bahwa manusia selalu berada di dalam loop. Gemini boleh menyiapkan keranjang belanja, rencana perjalanan, atau formulir, tetapi pembelian dan pengiriman terakhir tetap harus disetujui pengguna.

Pertarungan platform berikutnya bukan soal membuka aplikasi AI. Yang diperebutkan adalah apakah perangkat bisa memahami konteks dan bekerja lintas layar sebelum pengguna berpindah aplikasi.

Sumber: TechCrunch, CNBC, Google Blog, CocoLoop