xAI, Google, dan Microsoft sepakat menyerahkan model AI frontier mereka untuk ditinjau pemerintah AS sebelum dirilis.
Pada 5 Mei, ketiganya mengonfirmasi bergabung dengan proses review yang dijalankan CAISI, Center for AI Standards and Innovation di bawah Departemen Perdagangan AS. Intinya, sebelum model dibuka ke publik, pengembang memberikan versinya kepada ilmuwan pemerintah untuk diuji dari sisi risiko keamanan nasional.
Apa tugas CAISI
CAISI berada di Departemen Perdagangan AS. Mandatnya berakar pada komitmen pemerintahan Trump pada Juli 2025 untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi dalam AI vetting.
Tugas utamanya sederhana: menilai model AI frontier sebelum penerapan publik dan mengidentifikasi risiko keamanan nasional. CAISI menyebut telah menyelesaikan lebih dari 40 evaluasi model frontier, dengan pengujian pada serangan siber, penyalahgunaan militer, dan kemampuan berbahaya lain.
Direktur CAISI Chris Fall menggambarkan pekerjaan ini sebagai persoalan ilmu pengukuran: pengukuran yang independen dan ketat menjadi dasar untuk memahami AI frontier dan dampaknya bagi keamanan nasional.
Mekanismenya konkret. Pengembang tidak hanya menyerahkan versi produk yang masih memakai guardrail. Mereka diminta memberikan model internal dengan guardrail keselamatan dilepas, agar CAISI dapat menguji batas kemampuan sebenarnya.
Bagaimana daftar peserta meluas
Urutannya kini seperti ini:
- 2024: OpenAI dan Anthropic lebih dulu menandatangani perjanjian sukarela.
- Juli 2025: Pemerintahan Trump berkomitmen bekerja sama dengan perusahaan teknologi dalam AI vetting.
- 5 Mei 2026: Microsoft, Google, dan xAI bergabung.
Microsoft mengatakan akan bekerja dengan ilmuwan pemerintah untuk menguji “perilaku tak terduga” pada model. Frasa itu penting karena merujuk pada kemampuan yang tidak tampak saat pelatihan, tetapi muncul setelah penerapan.
Langkah xAI lebih mencolok. Elon Musk selama ini mengatakan AI perlu regulasi, tetapi materi SpaceX juga mencantumkan risiko kepatuhan xAI. Bergabung dengan CAISI adalah sikap akomodatif yang jarang terlihat dari xAI.
Tekanan sebenarnya datang dari Mythos
Waktunya bukan kebetulan. Anthropic belum lama ini merilis Mythos, model keamanan siber yang disebut mampu menemukan celah OpenBSD yang tidak terdeteksi selama 27 tahun hanya dalam dua minggu. Setelah itu Anthropic membentuk aliansi dengan 12 perusahaan besar, melakukan demo untuk pejabat bank sentral, dan memicu pertemuan mendadak yang melibatkan Jerome Powell, Scott Bessent, serta para eksekutif Wall Street.
Kekhawatiran di dalam CAISI adalah bahwa kemampuan seperti Mythos sudah dapat memperkuat kemampuan peretas. Jika ambang itu sudah tercapai, tidak ada perusahaan AI besar yang seharusnya merilis model tanpa evaluasi tingkat nasional.
Itulah alasan nyata daftar peserta berkembang dari dua menjadi lima perusahaan. CAISI tidak bisa hanya mengawasi OpenAI dan Anthropic ketika Gemini dari Google, Grok dari xAI, dan seri Phi dari Microsoft juga melewati ambang kemampuan yang sama.
Pentagon bergerak di jalur lain
Ada jalur kebijakan lain yang berjalan paralel. CAISI adalah kanal evaluasi keselamatan dari Departemen Perdagangan, sedangkan Pentagon membangun kerja sama pengadaan dan penerapan.
Awal pekan ini, Pentagon menandatangani perjanjian penerapan jaringan rahasia dengan delapan perusahaan AI. Anthropic tidak masuk daftar, karena guardrail ketat perusahaan itu untuk penggunaan militer disebut membuat beberapa kasus pemakaian sulit disepakati.
Peta saat ini menjadi tidak rata:
- Daftar review CAISI: OpenAI, Anthropic, Microsoft, Google, dan xAI.
- Daftar kerja sama Pentagon: delapan perusahaan AI, tanpa Anthropic.
- Pengadilan federal pekan lalu juga menolak permohonan darurat Anthropic terkait larangan dari Departemen Pertahanan.
Anthropic bersedia bekerja sama dengan CAISI, tetapi tetap sulit dipakai oleh sektor pertahanan. OpenAI dan Google hadir di kedua jalur.
Kerangka regulasi mulai tersusun
Amerika Serikat belum memiliki undang-undang AI federal yang komprehensif. Namun alat-alat kebijakan mulai dipakai satu per satu: FTC, SEC, DOJ, CAISI, Pentagon, dan perintah eksekutif Gedung Putih. Di tingkat negara bagian, RAISE Act New York sudah final, sementara California dan Texas bergerak mengikuti.
Makna perluasan daftar CAISI adalah bahwa review model sebelum rilis bergeser dari tindakan sukarela dua perusahaan menjadi standar de facto bagi lab AI papan atas. Jika Gedung Putih kelak membuatnya wajib melalui perintah eksekutif, mekanisme ini dapat berubah menjadi syarat masuk pasar.
Apakah rilis model baru akan melambat? Kemungkinan besar. Model seperti GPT-5.5 mungkin tidak lagi bisa bergerak dari pengujian internal ke peluncuran hanya dalam hitungan minggu jika CAISI membutuhkan jendela pengujian. Bagi industri AI, langkah ini mungkin lebih penting daripada kelihatannya: ketika kemampuan bergerak secepat ini, tidak adanya pemeriksaan justru menjadi risiko terbesar.
Sumber: Microsoft, CocoLoop, xAI and Google will share AI models with US govt for security reviews (gabungan beberapa kantor berita, 2026-05-05); Pentagon strikes deals with 8 Big Tech companies after shunning Anthropic (CNN Business, 2026-05-01)