Nvidia memperkenalkan Jetson Orin Nano 2 pada 25 Agustus, sebuah komputer AI edge kelas entry-level yang ditujukan untuk robot, drone pengiriman dan inspeksi, serta sistem visual. Dari sisi spesifikasi, modul ini menawarkan performa AI 78 TOPS, memori 8GB, dan CPU Arm 8-core, menggandakan performa inferensi dibanding generasi sebelumnya, Jetson Orin Nano Super, dengan form factor yang sama.
Nvidia menyebut peningkatan performa ini berasal dari Tensor Core yang disempurnakan serta bandwidth memori yang lebih tinggi — tidak ada penyebutan soal perubahan node proses fabrikasi. Ada angka lain yang justru lebih menggambarkan situasinya dibanding angka performa puncak: pada performa yang setara, konsumsi daya di mode operasi 15W turun 40 persen dibanding generasi sebelumnya.
Titik lemah perangkat edge bukan pada performa puncak
Kalau dihitung kasar, 78 TOPS pada mode 15W setara sekitar 5 TOPS per watt. Angka ini terlihat biasa saja untuk ukuran data center, tapi produk edge punya batasan yang sama sekali berbeda — daya tahan terbang sebuah drone inspeksi ditentukan langsung oleh konsumsi daya, dan robot rumahan tidak punya ruang untuk pendingin aktif. Bagi orang yang benar-benar membangun produk, penurunan konsumsi daya 40 persen pada performa yang sama justru lebih berarti dibanding klaim "dua kali lipat".
Memori adalah sorotan lain sekaligus batasan lain. Kapasitas 8GB memberi batas atas yang jelas untuk model yang bisa dijalankan. Nvidia menyebut modul ini bisa menjalankan Cosmos, Nemotron, Gemma 4, dan Qwen 3 di sisi edge — dua di antaranya buatan Nvidia sendiri, dua lainnya adalah keluarga open-source dari Google dan Alibaba, dengan kesamaan bahwa masing-masing punya versi berukuran kecil. Daftar ini sendiri menggambarkan batas produknya: yang berjalan di edge adalah model kecil hasil distilasi dan kuantisasi, bukan model dengan jumlah parameter kelas flagship.
Wakil Presiden Robotics and Edge AI Nvidia, Deepu Talla, dalam materi peluncuran menekankan soal "keterjangkauan".
"The Jetson Orin Nano 2 computer puts that breakthrough within reach of millions of developers, delivering the performance and energy efficiency needed for real-time reasoning."
"Komputer Jetson Orin Nano 2 membawa terobosan ini ke jangkauan jutaan developer, memberikan performa dan efisiensi energi yang dibutuhkan untuk penalaran real-time."
Perusahaan menyebut lebih dari 3 juta developer sudah menggunakan tumpukan teknologi robotiknya, dan angka inilah yang menjadi keunggulan sesungguhnya dari lini Jetson — bukan pada spesifikasi satu modul, melainkan pada rangkaian toolchain dari CUDA sampai Isaac yang sudah terbukti berjalan.
Pengumuman adalah satu hal, ketersediaan urusan tahun depan
Ada detail yang mudah terlewat di balik lembar spesifikasi: modul dan development kit diperkirakan baru tersedia pada paruh pertama 2027. Dihitung dari pengumuman Agustus 2026, jaraknya sekitar sepuluh bulan.
Ini bukan hal aneh bagi industri hardware — siklus desain robotik dan visual industri memang panjang, dan pelanggan perlu mengunci pilihan platform lebih awal serta menyusun jadwal pengembangan. Dalam daftar early access dan evaluasi ada Cognex di bidang machine vision, Doosan Bobcat di alat berat konstruksi, Matic Robots di robot pembersih rumah, dan Wing, unit drone pengiriman milik Alphabet — semuanya tim dengan siklus hardware yang dihitung dalam tahunan. Nvidia mencatat lebih dari 20 mitra ekosistem, termasuk pembuat carrier board dan sistem seperti AAEON, ADLINK, Advantech, Connect Tech, dan Seeed Studio, sementara Aptiv juga mengumumkan dukungannya.
Kepala divisi perception di Wing, Dinuka Abeywardena, menyebut timnya "sedang mengevaluasi" modul ini, sementara co-founder sekaligus CEO Matic, Navneet Dalal, mengatakan modul ini memungkinkan timnya menjalankan model AI mutakhir di platform robot rumahan yang ringkas. Kehati-hatian dalam pernyataan ini sejalan dengan jadwal rilisnya — untuk saat ini yang bisa diungkap baru sebatas niat.
Dari sudut pandang lain, mengumumkan sepuluh bulan sebelum ketersediaan juga merupakan cara untuk mengklaim posisi lebih dulu. Persaingan di lapisan AI edge ini tidak sedikit — Qualcomm, Rockchip, Horizon Robotics, serta sejumlah solusi NPU buatan China turut memperebutkan pelanggan yang sama, dan beberapa di antaranya punya siklus pengiriman lebih singkat. Dengan memaparkan angka lebih dulu, Nvidia memberi alasan bagi tim yang masih mempertimbangkan pilihan untuk menunda keputusan.
Bagi tim robotik dan smart hardware di China, manfaat praktis dari pengumuman ini adalah adanya sebuah tolok ukur: kombinasi angka 78 TOPS, 8GB, dan 15W menjadi standar yang harus dikejar oleh solusi edge kelas entry-level pada paruh pertama tahun depan. Soal apakah modul ini benar-benar bisa dibeli dan dengan harga berapa, Nvidia belum menjelaskannya kali ini, begitu juga soal ketersediaan pasokan untuk pasar China yang belum dijelaskan secara terpisah. Lembar spesifikasi sudah bisa dibaca sekarang, tapi rencana pengadaan masih harus menunggu.
Sumber: siaran pers resmi Nvidia, The Robot Report, CocoLoop; angka performa TOPS, kapasitas memori, jumlah core CPU, persentase penurunan daya mode 15W, dan pernyataan soal jendela ketersediaan telah diverifikasi.